| Sejarah |
|
|
|
|
Berangkat dari kegelisahan bersama terhadap persoalan kesejahteraan sosial yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya sejak krisis multidimensi sejumlah Pekerja Sosial telah berupaya menyatukan gagasan melalui berbagai ragam kegiatan. Antara lain apa yang dilakukan oleh sekelompok Pekerja Sosial di STISIP Widuri, Kesos FISIP UI dan STKS. Dengan dukungan Prof.Martha Haffey dari BPSW (Building Professional Social Worker-New York) dan Ibu Cynthia Pattiasina,MSW,MPIA dari JMD (Yayasan Jembatan Masa Depan) serangkaian kegiatan diskusi dan seminar semakin sering dilakukan. Dan untuk mengukuhkan inisiatifnya dalam mendorong perkembangan Profesi Pekerja Sosial di Indonesia, BPSW didukung dewan penasihat nasional antara lain; Prof.DR Bambang Shergi Laksmono,MSc (Universitas Indonesia), DR. Sirajudin Abas,MSW (UIN-Syarif Hidayatullah), DR. Puji Pujiono, MSW (MPBI) dan Cynthia Pattiasina, MSW,MPIA (STISIP Widuri). Program utama BPSW di Inodnesia antara lain adalah menyediakan Beasiswa bagi mereka yang tertarik menempuh pendidikan Pekerjaan Sosial, baik di dalam maupun di luar negeri.
Hingga awal tahun 2008, program SFFCCB di Aceh pun berakhir, hampir bersamaan dengan pergantian ketua presidium IPSPI. Namun tim yang tergabung dalam Resources Center memiliki pemikiran, bahwa upaya yang telah dilakukan untuk mempromosikan Praktek Pekerjaan Sosial di Indonesia harus tetap dilanjutkan. Maka sekali lagi atas dukungan BPSW dan JMD, dikukuhkanlah perkumpulan Pekerja Sosial yang menaungi Resources Center baru, yaitu Social Work Practice Resource Center (SWPRC). Secara kelembagaan SWPRC bersifat mandiri dan tidak berada dibawah IPSPI, sebaliknya SWPRC berupaya untuk berkontribusi bagi reformasi dan penguatan asosiasi profesi pekerja sosial babak baru, dimana IPSPI akan segera berkongres pada 2009 mendatang. |



